pengertian-hak-cipta
Pendidikan

Hak Cipta: Pengertian, Fungsi, Hukum, Pendaftaran

Definisi hak cipta

pengertian-hak-cipta

Hak cipta ini merupakan hak eksklusif dari pencipta atau pemegang hak cipta untuk mempublikasikan atau memperbanyak karyanya, yang secara otomatis dibuat setelah hak cipta dibuat, tanpa mengurangi batasan yang diberlakukan oleh undang-undang yang berlaku.

Penulis dan / atau pemilik hak cipta atau film dan program komputer berhak memberikan izin atau juga melarang orang lain yang menyewakan karya untuk tujuan komersial tanpa persetujuan mereka.

Tujuan hak cipta

Maksud dari hak cipta ini adalah hak untuk mengaku / menuntut hasil suatu Ciptaan dengan ketentuan dan bukti bahwa benda tersebut tidak diklaim, disalahgunakan atau dikenali oleh pihak lain. Atau lebih sederhananya, tujuan undang-undang hak cipta adalah tidak ada karya, atau hasil eksperimen seseorang menyatakan orang lain adalah penciptanya.

Fitur Hak Cipta

Ada beberapa ciri atau ciri hukum hak cipta, diantaranya sebagai berikut:

  • Jangka waktu perlindungan ini seumur hidup dan tambahan jangka waktu 50 tahun jika pemegang hak telah meninggal dunia.
  • Hak cipta diperoleh secara otomatis, tidak diperlukan pendaftaran berikutnya. Namun, demi kepentingan pencipta atau pemilik hak cipta, surat pendaftaran karya tersebut tetap penting, terutama jika ada pertanyaan hukum di masa mendatang tentang topik ini.
  • Surat pendaftaran tersebut dapat atau dapat digunakan sebagai bukti awal untuk menentukan siapa penulis atau pemilik hak cipta yang lebih berhak atas suatu karya.
  • Bentuk pelanggaran, seperti adanya bagian yang langsung disalin, memiliki kesamaan, diperbanyak atau bahkan diumumkan tanpa izin.
  • Sanksi pidana yang dijatuhkan jika kemudian terbukti bersalah melakukan pelanggaran hak cipta. Hukuman maksimal tujuh tahun atau denda lima miliar rupiah.
  • Dilindungi, mis. B.Hak Cipta di bidang musik, buku audio, sains, tari, program komputer, seni dan sastra, dll.
  • Kriteria benda atau benda yang dilindungi hak cipta hanyalah karya asli.

Jenis hak cipta

Terdapat properti hak cipta yang terdiri dari enam bagian. Fitur-fitur tersebut antara lain:
Penulis atau pemilik hak cipta atas karya sinematografi dan program komputer berhak memberikan izin atau melarang orang lain menyewakan karya untuk tujuan komersial tanpa persetujuan mereka. Hak cipta kemudian dianggap sebagai benda bergerak. Hak Cipta dapat atau dapat dialihkan atau ditransfer secara keseluruhan atau sebagian karena:

  • warisan
  • akan
  • Hibah

Perjanjian tertulis atau alasan lain yang dibenarkan oleh peraturan hukum

Jika suatu ciptaan terdiri dari beberapa bagiannya sendiri, yang kemudian diciptakan oleh dua orang atau lebih, diasumsikan bahwa Sang Pencipta adalah orang yang mengarahkan dan juga mengawasi penyempurnaan semua ciptaan, atau dalam hal ini tidak ada orang yang demikian. yang kemudian dianggap pencipta adalah orang yang mengumpulkannya, dengan tidak mengurangi hak cipta bagian mana pun dari pencipta.

Ketika suatu karya yang dirancang oleh seseorang kemudian ditampilkan atau dilakukan oleh orang lain yang berada di bawah arahan dan pengawasan orang yang merancangnya, Sang Pencipta adalah orang yang merancang ciptaan.

Apabila penciptaan kemudian berlangsung dalam hubungan resmi yaitu dengan pihak lain di lingkungan kerja, maka pemilik hak cipta adalah pihak yang juga menggarap hak cipta dalam pelayanannya, kecuali terdapat kesepakatan yang berbeda antara kedua pihak tersebut yaitu tidak mengurangi hak cipta. hak pencipta saat menggunakan ciptaan. Kemudian diperluas untuk mengakhiri hubungan layanan.

Jika suatu karya diproduksi dalam hubungan kerja atau atas pesanan, pihak yang menciptakan hak cipta dianggap sebagai pencipta atau pemilik hak cipta. Pengecualiannya adalah kesepakatan yang berbeda dibuat antara kedua pihak.

Pasal 3 ayat 1 dan 2 angka 19 tahun 2002

Jenis hak cipta kemudian diatur dalam Pasal 3 ayat (1) dan juga (2) No. 1. 19 tahun 2002, yaitu:

  • Hak cipta dianggap sebagai benda bergerak.
  • Hak Cipta dapat atau dapat dialihkan atau dialihkan secara keseluruhan atau sebagian karena berbagai alasan, seperti: B. hibah, wasiat, warisan, perjanjian tertulis dan alasan lain yang juga dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan.

Pasal 4 ayat 1 dan 2 UU

Hak cipta pencipta, yang setelah kematian pencipta menjadi milik ahli waris atau penerima surat wasiat, dan hak ciptanya tidak dapat atau tidak dapat disita kecuali hak tersebut diperoleh secara melawan hukum.
Hak Cipta yang belum diumumkan atau belum diumumkan, yang setelah wafatnya Pencipta menjadi milik ahli waris atau juga milik penerima surat wasiat, dan juga hak cipta tidak dapat atau tidak dapat disita kecuali hak tersebut diperoleh secara melawan hukum.

Persyaratan penggunaan dalam undang-undang hak cipta

Ada beberapa istilah yang umum digunakan dalam undang-undang hak cipta, antara lain:
Pencipta

Pencipta ini adalah seorang atau bahkan beberapa orang yang bersama-sama dengan inspirasinya melahirkan suatu kreasi yang dilandasi oleh kemampuan keahlian, imajinasi, ketangkasan, berpikir atau bahkan ketangkasan untuk kemudian dituangkan ke dalam bentuk yang khas dan juga memiliki ciri-ciri pribadi. .

penciptaan

Karya ini merupakan hasil karya setiap pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam bidang sains, seni, atau sastra.

Hak Cipta ©

Hak khusus bagi pencipta atau penerima hak untuk kemudian mengumumkan atau memperbanyak karyanya, atau bahkan kemudian memberikan izin untuk melakukannya, tanpa mengurangi batasan tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku.

Pencipta

Ini adalah pencipta, yaitu sebagai pemilik hak cipta, atau juga pihak yang menerima hak dari pencipta, atau pihak lain yang menerima hak lebih lanjut dari pihak yang menerima hak tersebut.

pengumuman

Ini adalah penjualan, pendistribusian, pembacaan, penyiaran, pameran, atau bahkan pendistribusian suatu karya dengan cara apa pun, termasuk media internet, atau dengan cara apa pun agar suatu karya dapat atau dapat dibaca, didengar, atau bahkan dibaca oleh orang lain.

Perkalian

Ini merupakan tambahan dari jumlah karya, secara keseluruhan atau sebagian, yang sangat signifikan bila menggunakan bahan yang sama atau berbeda, termasuk konversi permanen atau sementara.

Lisensi

Izin, yang kemudian diberikan oleh pemegang hak cipta atau pemegang hak terkait kepada pihak lain, untuk kemudian mengumumkan dan / atau memperbanyak Ciptaan atau produk hak terkait dalam kondisi tertentu.

Hak Cipta Dasar

Saat ini Indonesia telah meratifikasi atau meratifikasi konvensi internasional di bidang Hak Cipta, yaitu Konvensi Berne tanggal 7 Mei 1997 dengan Keputusan Presiden No. 18/1997 dan kemudian diberitahukan kepada WIPO pada tanggal 5 Juni 1997, dengan hasil bahwa Indonesia sebelumnya semua Negara atau anggota Konvensi Berne.

Perlindungan hak cipta ada di Uu-Nr. 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta, kemudian diubah menjadi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1987 dan diubah kembali dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1987 beserta ketentuan pelaksanaannya.

Selain undang-undang di atas, ada juga alasan hukum lain untuk undang-undang hak cipta, termasuk berikut ini:

  • UU 7/1994 tentang Ratifikasi Perjanjian Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)
  • UU No. 10/1995 tentang Kepabeanan
  • UU No. 14/1997 tentang Merek
  • Keputusan Presiden No. 15/1997 tentang Pengesahan Konvensi Paris untuk
  • Perlindungan Kekayaan Industri dan Konvensi Pembentukan Organisasi Kekayaan
  • Intelektual Dunia.
  • Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 1997 tentang Pengesahan Perjanjian Hukum Merek
  • Keputusan Presiden No. 18/1997 meratifikasi Konvensi Bern untuk Perlindungan Karya
  • Sastra dan Seni
  • Keputusan Presiden 19/1997 tentang Pengesahan Perjanjian Hak Cipta WIPO
  • UU No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta
  • PP no. 1 Tjhn 1989 tentang penerjemahan dan / atau perbanyakan Ciptaan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian dan pengembangan
  • Keputusan Menteri Kehakiman Nomor M.01-HC.03.01 Tahun 1987 tentang Pendaftaran Ciptaan
  • SE Menteri Kehakiman NO.M.02.HC.03.01 1991 tentang Kewajiban Pembubuhan
  • NPWP Pada Permohonan Bangunan serta Pendaftaran Pengalihan Hak Cipta Terdaftar

Jenis dan ruang lingkup hak cipta

Berikut adalah ruang lingkup undang-undang hak cipta, yang terdiri dari:

1. Sebuah karya dengan hak cipta seumur hidup ditambah 70 tahun

Perlindungan ciptaan yang kemudian diatur dalam Pasal 58 (1) Undang-Undang Hak Cipta, berlaku selama penciptanya hidup, dan juga berlaku selama 70 tahun setelah penciptanya meninggal dunia. Kreasi ini meliputi:

  • Brosur, buku, dan semua karya tulis lainnya;
  • Ceramah, ceramah, pidato dan karya sejenis lainnya;
  • Alat peraga yang kemudian dibuat untuk pendidikan dan sains;
  • Lagu atau musik dengan atau tanpa lirik;
  • Drama, tari, koreografi, drama musikal, pedalangan, dan pantomim;
  • Seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, kaligrafi, gambar, ukiran, seni pahat,
  • patung atau kolase;
  • Pekerjaan arsitektur;
  • Peta; dan
  • Karya seni batik atau seni motif lainnya

2. Telah bekerja dengan undang-undang hak cipta selama 50 tahun

Pasal 59 (1) Undang-Undang Hak Cipta kemudian mencantumkan, antara lain, jenis karya yang dilindungi selama 50 tahun sejak pengumuman pertama:

  • Pekerjaan fotografi;
  • Potret;
  • Pekerjaan sinematografi;
  • Video game;
  • Program komputer;
  • Penulisan karya tulis;
  • Terjemahan, adaptasi, antologi, tafsir, basis data, aransemen, adaptasi modifikasi dan karya lain hasil transformasi;
  • Terjemahan, transformasi atau modifikasi ekspresi budaya tradisional, adaptasi, aransemen;
  • Kompilasi ciptaan atau data, baik dalam format yang dapat atau dapat dibaca oleh program komputer atau media lain; dan
  • Koleksi ekspresi budaya tradisional

3. Telah bekerja dengan undang-undang hak cipta selama 25 tahun

Pasal 59 (2) Undang-Undang Hak Cipta menyatakan bahwa kreasi itu seperti seni terapan dan kemudian berlangsung selama 25 tahun. Perlindungan hak cipta telah berlaku sejak penerbitan pertama undang-undang tersebut.

4. Bekerja dengan hak cipta tanpa batas waktu

Khususnya untuk bentuk ekspresi budaya tradisional, yang kemudian dipegang oleh negara, perlindungan hak cipta tetap berlaku untuk jangka waktu yang tidak terbatas.

Contoh hak cipta

  • Membuat salinan atau bahkan memperbanyak karya dan menjual salinannya
  • Mengimpor dan mengekspor karya,
  • Membuat karya turunan atau kesimpulan pada pekerjaan (mengadaptasi karya),

Karya-karya ini mungkin termasuk drama, puisi, serta karya tulis lainnya, film, kemudian karya koreografi (seperti tari, balet, dll.), Rekaman suara, komposisi musik, gambar, lukisan, patung, foto, perangkat lunak komputer. Siaran. Radio dan televisi.

Demikian penjelasan mengenai pengertian hak cipta, hak, fungsi, tujuan, sifat, ruang lingkup dan contoh, semoga apa yang diuraikan dapat bermanfaat bagi anda. Terima kasih

Sumber :