Daftar-9-aplikasi-crypto-dan-robot-perdagangan-yang-ditutup-oleh-OJK
Teknologi

Daftar 9 aplikasi crypto dan robot perdagangan yang ditutup oleh OJK

Lihat sembilan aplikasi crypto dan robot perdagangan yang secara resmi ditutup OJK baru-baru ini. Lihat langsung apakah Anda memakainya atau tidak.

Satgas Waspada Investasi (SWI) di bawah naungan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) resmi menutup sembilan aplikasi kripto dan robot trading.

Daftar 9 aplikasi crypto dan robot perdagangan yang ditutup oleh OJK

Daftar-9-aplikasi-crypto-dan-robot-perdagangan-yang-ditutup-oleh-OJK

Baca juga:
– Aset crypto PTU resmi yang diperdagangkan di Pintu Exchange, FTX dan ByBit
– Mengetahui apa itu cryptocurrency, apakah aset crypto itu haram?
– Perkenalkan KALA Coin, aset kripto karya anak bangsa
– Mengenal apa itu Shiba Inu, aset kripto yang akan dibahas

Penutupan ini dilakukan karena aplikasi tersebut ternyata belum terdaftar di Badan Pengawas Berjangka Komoditi (Bappebti) Departemen Perdagangan.

“Hati-hati dengan tawaran investasi aset kripto pendapatan tetap karena dijalankan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Ketua SWI Tongam L. Tobing.

Berikut daftar sembilan aplikasi kripto dan robot trading yang ditutup OJK:

CSPmine – Permainan uang dengan mode penawaran investasi aset kripto.
Pembayaran Digital Sultan – Penawaran investasi cryptocurrency tanpa izin
Komunitas Gold 24K – menawarkan investasi emas dengan sistem penjualan langsung tanpa izin atau perjudian
Platinumindo – permainan uang
RoyalQ Indonesia – Robot Perdagangan Tanpa Lisensi atau Perdagangan Aset Kripto
Robot Perdagangan Maxima Margin – Perdagangan Robot Perdagangan Tanpa Lisensi
Penghasilan perdagangan robot Bintang Mas – perdagangan robot perdagangan tanpa izin
Tikvee – permainan uang
PT Rechain Digital Indonesia – Perdagangan aset kripto Vidy Coin dan Vidyx tanpa izin.

Aplikasi perdagangan dan crypto baru-baru ini menjadi yang paling populer.

Karena kedua kegiatan ini harus bisa membawa manfaat maksimal dalam waktu yang relatif singkat.
Didukung oleh GliaStudio
Ilustrasi mata uang kripto. (pixabay)
Ilustrasi mata uang kripto. (pixabay)

Namun karena popularitas aplikasi trading dan robot crypto

, banyak orang yang tidak bertanggung jawab telah membuat aplikasi serupa, tetapi secara acak.

Diduga, aktivitas perdagangan kripto, termasuk menampilkan daftar pedagang kripto dan daftar aset kripton, harus meminta persetujuan dari Bappebti, selaku otoritas yang berwenang mengatur dan mengawasi kripto.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 untuk menentukan daftar aset kripto yang boleh diperdagangkan di pasar aset kripto fisik.

Lebih lanjut, SWI mengimbau masyarakat untuk memperhatikan hal-hal berikut ini sebelum berinvestasi di crypto atau robot trading:

Pastikan pihak yang menawarkan investasi memiliki izin dari otoritas terkait sesuai dengan bisnis yang dijalankan.
Pastikan pihak yang menawarkan produk investasi memiliki izin untuk menawarkan produk investasi atau terdaftar sebagai distributor.
Memastikan bahwa pencantuman logo suatu instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawaran telah sesuai dengan undang-undang.

Inilah sembilan aplikasi crypto dan robot trading yang ditutup OJK oleh SWi terbaru pada Desember 2021.

Baca Juga :

https://satgascovidkabbogor.id
https://rsudsuka.co.id
https://dinkesokut.id
https://rsudsitiaisyah-lubuklinggau.co.id
https://lpmpjambi.id
https://lsp-poliban.id