Persebaran Flora di Dunia

Persebaran Flora di Dunia

Persebaran Flora di Dunia

Persebaran flora di dunia dapat dikelompokkan menjadi flora di ekosistem hutan tropis, hutan gugur, taiga, padang rumput, dan gurun.

  1.    Hutan Tropis

Persebaran flora di hutan tropis terletak di antara 23o30’ LU sampai 23o30’ LS. Hutan tropis terletak di wilayah tersebut karena hanya di wilayah tersebutlah yang memiliki iklim tropis dan curah hujan yang tinggi. Wilayah tersebut meliputi sebagian Benua Asia, sebagian Benua Afrika, dan Benua Amerika bagian Selatan. Hutan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Hutan ini ditumbuhi oleh berbagai jenis spesies tumbuhan, baik berupa tumbuhan besar maupun tumbuhan-tumbuhan kecil.

Tumbuhan besar yang hidup di hutan tropis merupakan tumbuhan yang memiliki daun sangat lebat. Jarak antartumbuhan juga sangat rapat sehingga sinar matahari yang mencapai permukaan tanah sangat terbatas. Keterbatasan sinar matahari yang mencapai permukaan tanah menyebabkan bagian dasar hutan menjadi basah dan lembap. Tumbuhan-tumbuhan kecil yang hidup di hutan tropis adalah jenis liana dan epifit. Liana adalah tumbuhan yang tumbuhnya merambat, memiliki batang kayu yang panjang, dan berbentuk tidak lazim. Contoh tumbuhan liana adalah rotan. Tumbuhan epifit adalah tumbuhan yang hidupnya menumpang pada tumbuhan lain, namun tidak mengambil unsur hara secara langsung dari tumbuhan yang ditumpanginya tersebut. Contoh tumbuhan epifit adalah anggrek.

  1.    Hutan Gugur

Persebaran flora di hutan gugur terletak di daerah iklim sedang, yaitu daerah di antara 400 – 66030’ lintang utara maupun lintang selatan. Daerah yang terdapat hutan gugur memiliki suhu rata-rata bulanan antara -20 C sampai 18C dan curah hujan antara 750 – 1000 mm per tahun. Hutan gugur terdapat di Benua Asia bagian timur, Benua Amerika bagian utara, dan Benua Eropa. Flora yang terdapat di hutan gugur selalu menggugurkan daunnya menjelang musim dingin atau menjelang musim panas. Hal tersebut merupakan bentuk penyesuaian diri terhadap lingkungan. Flora yang terdapat di hutan gugur, di antaranya adalah tumbuhan maple, sepang, dan beck. Sebelum menggugurkan daunnya, daun tumbuhan-tumbuhan ini memiliki warna yang sangat indah, seperti warna oranye, hijau tua, merah, dan kuning.

  1.    Taiga

Taiga adalah hutan yang ditumbuhi oleh tumbuhan berdaun jarum. Persebaran flora di taiga terletak di daerah yang memiliki iklim dingin (dekat dengan kutub). Taiga terdapat di belahan bumi bagian utara, meliputi Rusia, Kanada bagian tengah dan utara, serta Siberia bagian utara. Flora yang terdapat di taiga adalah jenis konifer (seperti pinus), di antaranya alder (alnus), birch (betula), spruce (picea), dan juniper (juniperus).

  1.    Padang Rumput (Grassland)

Padang rumput adalah lahan yang didominasi oleh jenis tumbuhan rumput, semak belukar, dan kadang-kadang diselingi oleh jenis pohon lainnya. Persebaran flora di padang rumput terletak di daerah tropis dan di daerah subtropis. Padang rumput banyak tumbuh di daerah yang memiliki curah hujan antara 250 – 500 mm/tahun, namun terdapat juga padang rumput di daerah bercurah hujan mencapai 1.000 mm/tahun dengan intensitas hujan yang tidak teratur. Karena curah hujan yang relatif rendah dan ketersediaan air relatif sedikit, hanya tumbuhan jenis tertentu saja yang dapat melakukan adaptasi, misalnya jenis rumput dan semak.

Di daerah padang rumput, jenis rumput yang dapat tumbuh adalah jenis rumput pendek, seperti rumput buffalograsses dan rumput grama. Selain itu, terdapat juga padang rumput yang relatif basah di Benua Amerika bagian utara. Di padang rumput ini, rumput dapat tumbuh mencapai 3 meter. Jenis rumput itu adalah rumput bluestem dan indian grasses. Jenis-jenis padang rumput yang ada di dunia antara lain sebagai berikut.

  1.    Tundra

Tundra terdapat di daerah dekat kutub utara dan kutub selatan. Tundra terdapat di sekitar Samudra Arktik, Greenland, dan di sekitar Antartika. Di tundra tidak terdapat tumbuhan yang dapat tumbuh selain jenis rumput dan lumut.

  1.    Prairie

Prairie adalah padang rumput yang luas tanpa ditumbuhi pohon. Prairie terdapat di sebagian Amerika Serikat, Argentina, sebagian Australia, dan Hungaria. Rumput yang tumbuh di prairie lebih tinggi dibandingkan dengan rumput yang tumbuh di tundra.

  1.    Sabana

Sabana adalah padang rumput berupa rumput-rumput tinggi diselingi semak belukar dan tumbuhan tinggi yang tumbuh menyebar, seperti palem dan akasia. Sabana terdapat di sebagian Benua Asia, Benua Australia, Benua Afrika, dan Benua Amerika bagian Selatan.

  1.    Stepa

Stepa adalah padang rumput yang terdiri atas rumput-rumput pendek diselingi oleh semak belukar. Stepa terdapat di daerah yang memiliki curah hujan antara 250 – 500 mm/tahun dengan intensitas hujan yang tidak teratur. Stepa terdapat di Benua Australia, Benua Afrika, dan Benua Amerika.

  1.    Gurun

Gurun merupakan hamparan pasir yang sangat luas, relatif tandus, dan kering. Daerah gurun merupakan daerah yang paling gersang di permukaan bumi. Gurun terdapat di daerah dengan curah hujan yang sangat rendah, hanya maksimal mencapai sekitar 250 mm/tahun. Suhu di gurun sangat panas saat siang hari karena panas matahari sangat terik dan penguapan sangat tinggi. Akan tetapi, saat malam hari gurun memiliki suhu yang relatif dingin. Jenis tumbuhan yang dapat bertahan hidup di gurun adalah jenis tumbuhan yang memiliki daun kecil atau bahkan tidak berdaun, memiliki akar panjang, dan memiliki batang yang dapat menyimpan air. Contoh tumbuhan khas gurun adalah kaktus.


Baca Artikel Lainnya:

Pengertian Wilayah Kota

Pengertian Wilayah Kota

Pengertian Wilayah Kota

Dalam sistem administrasi wilayah, selain desa juga dikenal istilah kota. Ketika mendengar kata kota, pikiran kita tentu akan tertuju pada suatu kawasan yang sangat ramai, lalu lintasnya padat, pertokoan berderet-deret, dan terdapat fasilitas umum yang tersedia di berbagai tempat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kota adalah daerah pemusatan penduduk dengan kepadatan yang tinggi, sebagian besar penduduknya bekerja di luar sektor pertanian, serta terdapat berbagai fasilitas modern.

Selain definisi di atas, masih terdapat definisi lain tentang pengertian wilayah kota. Salah satu definisi yang cukup baik dalam menjelaskan pengertian kota adalah definisi menurut Bintarto. Menurut Bintarto, kota merupakan sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, memiliki struktur sosial ekonomi heterogen, dan memiliki corak kehidupan yang materialistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa selain dicirikan oleh faktor fisik, terbentuknya kota sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia, terutama dalam sektor ekonomi dan budaya. Hal inilah yang dapat membedakan antara wilayah kota dan wilayah yang bukan kota.

Kota memiliki berbagai fungsi, baik sebagai pusat perdagangan, pusat pemerintahan, maupun pusat jasa. Oleh karena itu, kota tidak hanya menjadi pusat kegiatan penduduk kota itu sendiri saja, tetapi juga menjadi pusat kegiatan bagi penduduk di luar kota (penduduk kota lain maupun penduduk pedesaan). Banyak penduduk dari luar kota datang ke kota untuk berbagai keperluan yang berhubungan dengan pekerjaannya sehari-hari, baik sebagai pegawai negeri, pegawai swasta, pedagang, penyedia jasa, maupun kegiatan lain, seperti pendidikan (mahasiswa dan pelajar), seni, dan budaya.


Baca Artikel Lainnya:

Sumber Daya Geologi – Sumber Daya Energi

Sumber Daya Geologi – Sumber Daya Energi

Sumber Daya Geologi - Sumber Daya Energi

Youtubers.Id – Sumber daya energi merupakan bagian dari sumber daya geologi yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi. Beberapa contoh sumber daya energi, antara lain minyak bumi, batu bara, gas alam, panas bumi, air, dan gelombang air laut. Sayangnya, pemanfaatan sumber daya energi dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya energi harus dilakukan secara bijaksana sehingga dapat meminimalisir timbulnya berbagai permasalahan terhadap lingkungan.

Potensi sumber daya batu bara di Indonesia sangat melimpah. Batu bara banyak terdapat di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatra. Daerah lain yang juga dapat dijumpai batu bara, meskipun dalam jumlah yang sedikit, adalah di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Pulau Sulawesi, dan Pulau Papua. Banyak lahan yang berpotensi terdapat batu bara berada di kawasan hutan konservasi. Oleh karena itu, upaya eksplorasi batu bara tidak dapat dilakukan semaunya sendiri. Eksplorasi harus memperhatikan tata ruang yang telah ditentukan.

Batu bara dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti untuk bahan baku industri briket batu bara dan bahan baku industri karbon aktif. Batu bara dapat dibuat menjadi briket batu bara (bahan bakar padat) dengan dicampur sedikit tanah liat atau tapioka. Briket batu bara dapat digunakan untuk bahan bakar pengolahan makanan, pengeringan, dan pembakaran. Briket batu bara dapat dibedakan menjadi briket berkarbonasi dan briket nonkarbonasi. Briket berkarbonasi menghasilkan briket yang tidak berbau dan tidak berasap, namun dengan biaya produksi yang relatif mahal. Briket jenis ini cocok untuk digunakan dalam berbagai keperluan rumah tangga. Sementara itu, briket nonkarbonasi memiliki harga yang lebih murah karena masih terdapat zat-zat lain selain batu bara murni. Contoh perusahaan yang memproduksi briket di Indonesia adalah PT Tambang Batu Bara Bukit Asam. Batu bara juga dapat dibuat menjadi karbon aktif. Karbon aktif adalah suatu material karbon padat yang memiliki pori-pori sangat banyak. Karbon aktif dapat digunakan sebagai filter penjernihan air oleh karena sifatnya yang mampu menyerap zat-zat asing. Dengan adanya karbon aktif, maka air yang dihasilkan menjadi jernih dan tidak berbau.

Minyak bumi merupakan contoh lain dari sumber daya energi, selain batu bara. Hasil olahan minyak bumi berperan sebagai sumber energi yang paling penting sampai saat ini. Minyak bumi dapat diolah menjadi bahan bakar gas (LPG), avtur atau bahan bakar pesawat terbang, bensin, solar, minyak pelumas digunakan untuk mesin-mesin, minyak tanah, parafin untuk berbagai proses pembuatan obat-obatan atau kosmetik, dan aspal untuk pengeras jalan. Potensi keberadaan minyak bumi di suatu daerah dapat diketahui melalui survei, baik survei di daratan maupun di lautan.

Meskipun Indonesia memiliki berbagai macam sumber daya alam yang melimpah, seiring dengan berjalannya waktu, ketersediaan sumber daya alam tersebut semakin menipis. Akibatnya, banyak terjadi kelangkaan sumber daya energi. Kelangkaan terjadi akibat sikap ketidakpedulian, pemborosan, dan keserakahan dalam memanfaatkan sumber daya energi. Untuk mengatasi kelangkaan energi, harus diupayakan inovasi sumber energi alternatif. Sumber energi alternatif yang diharapkan adalah berupa energi terbarukan, yaitu energi yang dihasilkan dari sumber alami. Sumber energi terbarukan merupakan sumber energi yang ramah lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim maupun pemanasan global. Contoh energi terbarukan dapat berasal dari air, panas bumi (geotermal), sinar matahari, dan angin.